Fakta yang Perlu Diketahui: Laki-Laki Juga Bisa Terkena Kanker Payudara

Fakta yang Perlu Diketahui: Laki-Laki Juga Bisa Terkena Kanker Payudara

Lumajang - Kanker payudara seringkali dianggap sebagai penyakit eksklusif wanita. Namun, ini adalah kesalahpahaman fatal yang perlu diluruskan. Faktanya, laki-laki juga bisa dan memang terkena kanker payudara. Meskipun jarang terjadi, risikonya nyata dan seringkali terabaikan karena kurangnya kesadaran dan deteksi dini yang terlambat.

Menurut data global, kanker payudara pada pria menyumbang kurang dari 1% dari semua kasus kanker payudara. Risiko seumur hidup seorang pria terkena kanker payudara diperkirakan sekitar 1 dari 833. Angka ini mungkin kecil, tetapi menegaskan bahwa laki-laki tidak kebal terhadap penyakit ini. Penting bagi setiap pria untuk memahami fakta ini, mengenali gejala, dan tidak malu untuk mencari pertolongan medis jika menemukan sesuatu yang mencurigakan.


Mengapa Laki-Laki Bisa Terkena Kanker Payudara?

Sama seperti wanita, laki-laki juga memiliki jaringan payudara, meskipun dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dan tidak berkembang. Kanker payudara pada pria terjadi ketika sel-sel dalam jaringan payudara tersebut mulai tumbuh tidak terkendali.

Meskipun mekanisme dasar pembentukan kankernya serupa, ada beberapa faktor risiko spesifik yang mungkin lebih menonjol pada pria:

  1. Usia Lanjut: Kanker payudara pada pria paling sering didiagnosis pada pria yang lebih tua, umumnya di atas usia 60 tahun.
  2. Riwayat Keluarga: Memiliki anggota keluarga (pria atau wanita) dengan kanker payudara, terutama jika terkait dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, meningkatkan risiko.
  3. Paparan Estrogen: Meskipun pria memiliki kadar estrogen yang rendah, kondisi yang meningkatkan kadar estrogen (misalnya, terapi hormon, obesitas, sirosis hati, sindrom Klinefelter) dapat meningkatkan risiko.
  4. Terapi Radiasi: Paparan radiasi pada area dada sebelumnya, misalnya untuk pengobatan kanker lain, dapat meningkatkan risiko.
  5. Ginekomastia: Kondisi pembesaran jaringan payudara pada pria (bukan kanker), namun dalam beberapa kasus parah bisa menjadi faktor risiko.
  6. Penyakit Hati: Seperti sirosis, dapat mengubah keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk estrogen.


Gejala Kanker Payudara pada Pria yang Wajib Diwaspadai

Karena jumlah jaringan payudara pria lebih sedikit, benjolan atau perubahan lainnya cenderung lebih mudah dirasakan dan dilihat. Namun, seringkali pria menunda pemeriksaan karena tidak menyangka bisa terkena kanker payudara.

Waspadai gejala berikut dan segera periksakan diri ke dokter:

  • Benjolan Tanpa Rasa Sakit: Ini adalah gejala paling umum. Benjolan keras yang tidak nyeri, seringkali terasa tepat di bawah puting atau areola (area gelap di sekitar puting).
  • Perubahan pada Kulit Payudara: Kulit di sekitar payudara atau puting bisa menjadi kemerahan, bersisik, berkerut, atau lesung pipit (seperti kulit jeruk).
  • Perubahan pada Puting: Puting bisa tertarik ke dalam (retraksi), terasa nyeri, atau mengeluarkan cairan (discharge), terutama jika cairan tersebut berwarna bening atau kemerahan.
  • Pembengkakan di Ketiak: Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak mungkin menandakan penyebaran kanker.

Mengapa Deteksi Dini Penting?

Karena kesadaran yang rendah, kanker payudara pada pria seringkali didiagnosis pada stadium yang lebih lanjut dibandingkan pada wanita. Diagnosis yang terlambat berarti prognosis yang lebih buruk dan pilihan pengobatan yang lebih terbatas.

Jika Anda menemukan benjolan atau salah satu gejala di atas, jangan panik, tetapi juga jangan menunda pemeriksaan. Benjolan tidak selalu berarti kanker, tetapi hanya dokter yang dapat memastikan diagnosisnya.

Rumah Sakit Djatiroto, sebagai bagian dari IHC, berkomitmen #MelayaniSepenuhHati untuk meningkatkan kesadaran dan menyediakan layanan deteksi serta penanganan kanker payudara yang komprehensif untuk semua, termasuk pria.


Pria, jangan abaikan kesehatan payudara Anda! Kenali tubuh Anda dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis.

Jika Anda menemukan gejala yang mencurigakan atau memiliki kekhawatiran, segera konsultasikan dengan tim dokter spesialis bedah onkologi atau dokter terkait lainnya di Rumah Sakit Djatiroto.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran :

Call Center IHC: 150442

Website: RSDJATIROTO.IHC.ID

Hubungi Kami