Demam Tinggi dan Menggigil? Waspada Gejala Malaria yang Mengintai
Di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Salah satu yang paling diwaspadai adalah Malaria. Meskipun gejalanya sering kali menyerupai flu biasa atau demam pada umumnya, malaria memiliki karakteristik spesifik yang memerlukan penanganan medis segera guna mencegah komplikasi fatal.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Gejala utamanya meliputi siklus demam tinggi yang disertai dengan menggigil hebat dan keringat berlebih.
Mengenali Pola Gejala "Trias Malaria"
Dalam dunia medis, dikenal istilah Trias Malaria yang menjadi ciri khas penyakit ini. kami merangkum tiga tahapan gejala yang biasanya dialami penderita:
- Periode Dingin: Penderita merasakan kedinginan yang amat sangat dan menggigil hebat. Nadi terasa cepat namun lemah, serta kulit tampak pucat atau kebiruan. Tahap ini biasanya berlangsung 15 hingga 60 menit.
- Periode Panas: Suhu tubuh melonjak drastis hingga mencapai 40 derajat Celcius atau lebih. Wajah memerah, kulit kering, serta muncul sakit kepala hebat, mual, dan muntah.
- Periode Berkeringat: Suhu tubuh menurun dengan cepat, diikuti dengan keluarnya keringat yang membasahi seluruh tubuh. Setelah tahap ini, penderita biasanya merasa sangat lemas namun merasa lebih baik hingga siklus berikutnya muncul.
Gejala-gejala ini biasanya muncul antara 10 hari hingga 4 minggu setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi, namun bisa juga lebih lama.
Pengobatan Malaria
Pengobatan malaria bertujuan untuk membunuh parasit Plasmodium dalam tubuh. Jenis obat yang digunakan tergantung pada jenis parasit, tingkat keparahan penyakit, dan kondisi kesehatan pasien. Beberapa obat antimalaria yang umum digunakan meliputi klorokuin, artemisinin-based combination therapies (ACTs), dan primakuin.
Langkah Preventif : Lindungi Diri dari Ancaman Nyamuk
Malaria bukanlah satu-satunya ancaman di lingkungan kita. Penyakit lainnya, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), juga memiliki risiko yang sama seriusnya bagi kesehatan keluarga. Jika malaria dicegah melalui modifikasi lingkungan dan perlindungan fisik, DBD kini dapat dicegah lebih optimal melalui inovasi medis terbaru.
Menjaga kesehatan adalah investasi yang tidak bisa ditunda. Jangan menunggu gejala muncul untuk bertindak. Selain waspada terhadap Malaria, pastikan perlindungan keluarga Anda lengkap dari ancaman virus Dengue.
Rumah Sakit Djatiroto kini melayani pemberian Vaksin Dengue.
Langkah ini merupakan proteksi tambahan yang sangat direkomendasikan untuk mengurangi risiko gejala berat dan rawat inap akibat DBD.
Segera konsultasikan kondisi kesehatan Sobat IHC dan keluarga dengan tim medis profesional kami.
