Mengenal Lebih Jauh tentang Hepatitis : Mari Kelola Hidup Sehat
Lumajang – Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati akibat infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, obat-obatan tertentu, maupun gangguan autoimun. Dari beberapa jenis hepatitis virus, hepatitis B kronis masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian karena hingga saat ini belum dapat disembuhkan secara total. Namun, kabar baiknya, penyakit ini tetap dapat dikendalikan sehingga penderitanya dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif.
Mengenal Hepatitis Kronis
Hepatitis adalah peradangan pada hati yang dapat berlangsung dalam jangka pendek (akut) maupun jangka panjang (kronis). Seseorang dikatakan mengalami hepatitis B kronis apabila infeksi virus hepatitis B berlangsung lebih dari enam bulan.
Pada kondisi kronis, virus hepatitis B dapat tetap berada di dalam tubuh. Meskipun belum ada terapi yang mampu menghilangkan virus sepenuhnya, pengobatan modern mampu menekan jumlah virus sehingga kerusakan hati dapat diperlambat dan risiko komplikasi seperti sirosis maupun kanker hati dapat dikurangi secara signifikan.
Hepatitis tidak bisa sembuh
Untuk hepatitis yang tidak bisa sembuh, yaitu hepatitis B, C, dan D, yang sifatnya kronis, penanganan awal dilakukan dengan pemantauan fungsi hati dan jumlah virus secara berkala. Ini dilakukan untuk melihat apakah sistem kekebalan tubuh masih bisa melawan virus hepatitis yang menyerang tubuh atau tidak.
Jika fungsi hati mulai menurun dan jumlah virus makin tinggi, dokter akan meresepkan obat antivirus. Antivirus ini bekerja dengan cara melawan virus dan memperlambat kemampuan virus dalam merusak hati.
Pentingnya Menjalani Gaya Hidup Sehat
Selain mengikuti terapi yang dianjurkan dokter, penderita hepatitis kronis perlu menerapkan pola hidup sehat agar fungsi hati tetap terjaga. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Menjaga berat badan ideal.
- Berolahraga secara rutin sesuai kondisi kesehatan.
- Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
- Tidak mengonsumsi obat atau suplemen tanpa anjuran tenaga kesehatan.
- Tidur yang cukup dan mengelola stres.
- Melakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala sesuai jadwal dokter.
Kepatuhan terhadap pengobatan dan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Hepatitis Dapat Dicegah dengan Vaksinasi
Meski hepatitis B kronis belum dapat disembuhkan, penyakit ini termasuk salah satu infeksi yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksin hepatitis B terbukti aman dan efektif memberikan perlindungan terhadap infeksi virus hepatitis B.
Vaksin sangat dianjurkan bagi bayi, anak-anak, tenaga kesehatan, keluarga yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B, serta orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksinasi.
Selain vaksinasi, pencegahan juga dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan alat medis yang steril, menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta melakukan hubungan seksual yang aman.
Jangan Menunggu Hingga Terjadi Komplikasi
Hepatitis sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita baru mengetahui penyakitnya ketika fungsi hati sudah mengalami gangguan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting, terutama bagi seseorang yang memiliki faktor risiko atau riwayat keluarga dengan hepatitis.
Deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.
Lindungi Diri dan Keluarga dari Hepatitis
IHC RS Djatiroto menyediakan layanan vaksinasi Hepatitis B yang aman dan ditangani oleh tenaga kesehatan profesional. Jangan tunda upaya pencegahan karena melindungi diri dari hepatitis jauh lebih mudah dibandingkan mengobati komplikasinya.
Segera jadwalkan vaksinasi Hepatitis B di IHC RS Djatiroto dan konsultasikan kebutuhan vaksin Sobat IHC bersama dokter kami. Mari lindungi kesehatan hati mulai hari ini untuk masa depan yang lebih sehat.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Hepatitis B Fact Sheet.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Hepatitis B.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis Virus.
